Home » Bisnis » Rokok Naik Jual Ikan Koi Juga

Rokok Naik Jual Ikan Koi Juga

Rokok Naik Jual Ikan Koi Juga

Kebakaran hebat melanda hutan jati Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso, di area petak 134 RPH Wedegan BKPH Tamanan Perhutani KPH Nganjuk, Minggu (2/8) sekitar puko 11.00.WIB. Diduga kebakaran lantaran puntung rokok yang dibuang Jual Ikan Koi seseorang di kawasan hutan jati. Akibatnya, pihak Perhutani merugi ratusan ribu rupiah. Kebakaran hutan seluas 7,5 hektar ini diketahui kali pertama oleh KRPH Wedegan, Wardoyo dan beberapa mandor saat melakukan patroli rutin. Tiba-tiba keduanya melihat asap membumbung tinggi di tengah hutan.

Penasaran apa yang dilihat, selanjutnya petugas Perhutani KPH Nganjuk tersebut bersama petugas lainnya menyusuri hutan.Ternyata, kebakaran melanda petak 134 yang ditanami jati. Dengan peralatan seadanya, petugas mulai melakukan pemadaman secara manual, yakni memutus rantai api agar tidak melebar ke tanaman jati lainnya. Dibantu dengan warga setempat, akhirnya api dapat dipadamkan hingga tidak Jual Ikan Koi menimbulkan korban jiwa. Pantauan Koran Memo, sedikitnya ada lima titik api kebakaran di hutan jati ini. Selain membakar kayu jati dan semak-semak, asap kebakaran juga mengganggu pengguna jalan yang melintas dari arah Nganjuk menuju Bojonegoro dan sebaliknya. Hembusan angin yang kencang, membuat kebakaran Jual Ikan Koi semakin membesar dan membakar kayu serta dedauanan yang kering.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Wedegan, Wardoyo, mengungkapkan bahwa dugaan sementara kebakaran terjadi akibat puntung rokok yang dibuang pengguna jalan di sekitar lokasi kejadian. Banyaknya daun kering, membuat kebakaran cepat menjalar dan sulit untuk dijinakkan. “Kami sempat kewalahan menghadapi api karena angin berhembus kencang,” kata Wardoyo. Menurutnya, di titik ini, setidaknya satu setengah hektare kayu jati yang rata-rata berumur 7 hingga 9 tahun ikut terbakar. Namun, tidak Jual Ikan Koi semua kayu jati ikut terbakar, yang terbakar kebanyakan bagian daun kering yang telah jatuh ke tanah. “Untuk kayu jati masih aman, yang terbakar hanya daun kering dan semak belukar saja,” terang Wardoyo. Ratusan warga Dusun Josuman Desa Nglinggo Kecamatan Gondang berduyun-duyun mendatangi makam leluhur mereka di pemakaman umum desa setempat, Minggu (2/8). Mereka membawa bunga dan berkat (nasi selamatan). Uniknya, meski banyak dijual wadah berkat dari plastik, namun mereka tetap mempertahankan iker (berbentuk bujur sangkar terbuat dari pelepah pisang).

Dengan seksama, warga mengikuti acara tahlil di pemakaman umum. Usai pembacaan doa, warga yang tak sabar ingin mencicipi panggang ayam ini segera merangsek ke depan. Mereka sempat berebut nasi panggang ayam. Diyakini oleh warga, nasi panggang ayam yang sudah berbau doa ini akan mendatangkan Jual Ikan Koi berkah. Tradisi seperti ini, kata Mbah Lamin, bertujuan untuk nguri-nguri kebudayaan jawa yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat, terutama para pemuda. Selain perwujudan rasa syukur, juga untuk menghormati ‘cikal bakal’ atau nenek moyang yang ‘babat alas’ dulu. “Ini bukan musrik, atau menyekutukan Tuhan, melainkan perwujudan rasa syukur yang dikemas dengan kebudayaan,” tukasnya.

Suka artikel ini? Bantu Share ya.....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge