Home » Uncategorized » Tips Sebelum Mengunjungi Dokter Spesialis Saraf

Penyakit yang berhubungan dengan saraf ada banyak, seperti sebut saja stroke, epilepsi, radang otak, demensia, parkinson dan sebagainya. Penyakit-penyakit ini butuh ditangani secara tepat dan profesional agar bisa disembuhkan.

Apakah kamu ataupun anggota keluarga memiliki penyakit saraf yang berbahaya dan berencana mengunjungi dokter spesialis saraf untuk berobat? Jika iya, sebaiknya kamu melakukan perencanaan terlebih dahulu agar bisa mendapatkan dokter terbaik untuk penyakit saraf yang diderita. Berikut 3 tipsnya!

  1. Cari informasi dokter spesialis saraf

Karena berhubungan dengan saraf, kamu tidak boleh asal-asalan dalam memilih dokter saraf ya. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai dokter spesialis saraf di kotamu atau bahkan di luar kota jika memang membutuhkan penangan intensif. Lihat di rumah sakit mana dokter tersebut bekerja, lihat reputasinya secara online dan info prakteknya (jika ada).

  1. Ketahui estimasi biaya

Biaya berobat penyakit saraf tentu tidak murah. Agar kamu tidak kaget melihat tagihannya nanti, ada baiknya juga mencari tahu tentang estimasi biaya yang akan dikeluarjan. Jika dokter yang kamu inginkan bekerja di rumah sakit yang menerima pasien BPJS, kamu harus tetap menyiapkan sejumlah uang untuk rawat inap jika lebih dari 1 minggu, obat yang yang tidak ditanggung dan biaya-biaya lain yang mungkin timbul.

  1. Buat janji

Sudah menemukan dokter spesialis saraf terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial kamu? Langkah selanjutnya adalah buat janji terlebih dahulu. Bukan tidak mungkin dokter tersebut juga punya banyak pasien lainnya yang juga sedang sakit saraf, sehingga antriannya pun bisa panjang dan lama. Untuk mencegah ini, kamu bisa buat janji dengan dokter online maupun ambil antrian rumah sakit online agar kamu tidak perlu lama-lama antri.

Kamu juga bisa mengenali berbagai penyakit saraf melalui artikel kesehatan yang saat ini banyak di internet, seperti di website Okadoc Indonesia. Dengan begitu kamu bisa melakukan penanganan awal sebelum berobat ke dokter spesialis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *